Inilah 5 tahap Perjalanan Alita: Battle Angel dari Manga ke Bioskop

;

Dari Manga ke Bioskop


Penantian panjang Alita akhirnya hampir selesai. Karakter manga yang sudah lama diidolakan fans genre sci-fi ini sudah menunggu 20 tahun bagi kisahnya bisa tampil di layar kaca. Film live action pertama dari karakter ciptaan Yukito Kishiro ini digarap oleh sutradara Grindhouse Robert Rodriguez yang tak disangka bisa bekerja sama dengan baik dengan filmmaker kawakan James Cameron.
Rosa Salazar, Christoph Waltz, Mahershala Ali, Ed Skrein, Jennifer Connelly, Eiza Gonzalez, Lana Condor dan Keean Johnson siap meramaikan layar lebar dalam film Alita: Battle Angel yang akan segera tayang. Tapi ikutilah perjalanan sang cyborg perempuan ini dari sejak ia pertama kali lahir sampai akhirnya bisa tayang di bioskop.



1. Lahir Hampir 30 Tahun yang Lalu



Battle Angel Alita lahir di Jepang, hampir 30 tahun yang lalu, dari tangan mangaka Yukito Kishiro. Dikenal dengan judul Gunnm (baca: “ganmu” yang artinya “gun dream”), manga cyberpunk ini pertama kali terbit pada 1990 di majalah antologi manga Business Jump. 
Niat Kishiro adalah untuk menciptakan serial sci-fi yang menarik bagi pembaca berumur 30an tahun. Serialisasinya diterbitkan selama 5 tahun ke depan, menceritakan tentang dunia di abad 26 di mana manusia tinggal di kota raksasa yang mengambang di udara Tiphares atau di Scrapyard City yang berada di tanah dan penuh dengan sampah. Tokoh utama manganya adalah Alita, seorang cyborg yang kehilangan ingatan sampai seorang dokter cybernetic menemukannya di antara barang rongsokan.
Selain manga, di Jepang telah dirilis OVA anime dua bagian berjudul Battle Angel yang terbagi antara “Rusty Angel” dan “Tears Sign”. Manganya kemudian dilanjutkan dalam Battle Angel Alita: Last Order dan Battle Angel: Mars Chronicle. Keduanya dirilis pada 1993. Sementara itu di 1998, Playstation merilis game RPG berjudul Gunnm: Martian Memory. Namun meskipun sudah sampai ada game, baru sekali film live-action Battle Angel Alita pernah direncanakan dan itu adalah film yang kini digarap oleh James Cameron dan Robert Rodriguez.


2. James Cameron Pegang Hak Film Sejak 1999



Menurut majalah SFX James Cameron (Avatar, Titanic) sudah memegang hak pembuatan film live action Alita sejak 1999. Ia berniat membuat adaptasi manga itu menjadi film besar berikutnya setelah Titanic. Tapi justru perhatian Cameron beralih ke Avatar… sampai sekarang.
Karena Cameron masih betah di Pandora dan ia memutuskan untuk syuting sekuel-sekuel Avatar secara berturut-turut, Cameron dan produser Jon Landau punya ide untuk mencari sutradara lain untuk menggarap film Alita. Orang yang berani maju tak lain dan tak bukan adalah sutradara Sin City dan From Dusk Till Dawn, Robert Rodriguez.
Rodriguez datang dan menemukan naskah 200 halaman yang telah ditulis oleh Cameron. Saat itu, naskahnya tiba dengan ratusan halaman catatan tambahan dan artwork sebagai pelengkap. Yang menarik, Rodriguez menolak untuk menulis ulang naskahnya.
Kata Landau pada SFX, “Robert bilang, ‘Aku tidak akan menulis ulang James Cameron. Aku hanya akan mengeditnya. Kita tidak bisa menulis ulang James Cameron.” Rodriguez bahkan berniat, ia ingin membuat sebuah film James Cameron dan bukannya film Robert Rodriguez dengan Alita ini.


3. Bersetting 700 Tahun di Masa Depan



Pada dasarnya, film Alita: Battle Angel (rupanya beginilah cara menulis judul filmnya) tetap mengikuti premis manga aslinya. Namun untuk film ini, Cameron dan Rodriguez menetapkan bahwa setting ceritanya adalah 700 tahun di masa depan, dalam dunia post-apocalyptic yang bertempat di Iron City.
Alita, diperankan oleh Rosa Salazar, tetap merupakan cyborg yang mengalami amnesia dan tidak ingat bahwa ia pernah jadi pembunuh dengan keahlian tinggi. Rodriguez memaparkan pada SFX, “Ia menemukan bahwa ia ternyata punya hati, dan saat ia kemudian mengingat siapa dirinya, ia menjadi pejuang utuh yang berhati besar, sesuatu yang belum pernah ia rasakan di kehidupan sebelumnya. Dulu ia hanya sekadar pembunuh, seperti peluru yang ditembakkan dari senjata. Sangat menarik untuk melihat Rosa memainkan semua bagian dari Alita. Hatinya sangat terpancar.”
Salazar juga bercerita, “Alita datang dari tempat di mana ia awalnya seperti mesin perang. Ia terlatih untuk tidak punya perasaan, tidak punya keluarga, bahkan tidak punya badan material lagi. Tapi ia kemudian bertemu dengan karakter milik Christoph Waltz. Dengannya, ia bisa punya hubungan dengan seseorang, bisa punya sosok ayah, yang merupakan hal baru. Kisahnya sangat indah.”


4. Prosses Post-Pro Tertunda 2 Tahun




Memang fans telah menunggu untuk waktu yang lama untuk menonton Alita beraksi di layar lebar dalam sebuah film live action. Tiga kali film ini berpindah jadwal tayang: dari Juli 2018 ke Desember 2018 dan akhirnya sekarang di Februari 2019.
Dan 2 tahun setelah syuting selesai, proses pasca-produksi tak kunjung selesai. Di mana letak kesulitannya? “Sebenarnya ini sudah diperkirakan,” ujar Landau sang produser. “Jadwalnya memang bergeser sedikit, tapi itulah waktu yang kami butuhkan. Kami sudah memprediksinya. Kami merujuk pada Avatar. Kami sudah siap untuk bekerja dalam jangka panjang.”
Secara teknis, film ini memang membutuhkan perhatian khusus dari segi CGI. Apalagi filmnya disyut sebagian dengan motion capture, alias mo-cap. Menurut Landau, inovasi yang telah mereka capai dengan teknologi ini sudah sangat maju, bahkan melebihi dari film terakhir yang memakai mo-cap dengan berat, yaitu trilogi Planet of The Apes yang dibintangi Andy Serkis.
Weta Digital juga menjadi perusahaan efek visual yang menangani VFX di Alita: Battle Angel dan mereka harus bekerja keras membuat Alita, dengan wajahnya yang ekspresif dan matanya yang besar, tampil dengan penuh detail. Ini jelas tidak mudah, apalagi Alita baru satu dari sekian banyak karakter yang dibuat dengan mo-cap


5. Putar Balik Ekspetasi Rodriguez


Rodriguez sendiri mengaku ia tak terbiasa melakukan syuting yang terencana dan melibatkan banyak efek. Ia bahkan tidak menyangka bahwa Alita akan tampak seperti yang kita lihat sekarang di berbagai trailer.
Awalnya ia menyangka tokoh utamanya itu tidak akan terlihat sama sekali seperti aktris yang memainkannya. Tapi ternyata “aku salah. Sekarang aku sudah melihat shot yang dihasilkan oleh Weta dan dia adalah Rosa. Seratus persen. Penampilannya terpancar jelas. Setiap take yang aku pilih untuk berbagai detail yang ia berikan… semuanya jelas terlihat.”
Sementara Salazar sendiri bilang ia “shock” waktu pertama kali melihat dirnya sebagai Alita. “Aku tidak tahu apa yang aku harapkan. Waktu aku melihat seberapa banyak unsur diriku yang dimasukkan dalam diri Alita, aku jelas sangat terjejut. Ini lebih daripada yang pernah kubayangkan atau kumimpikan. Ini tidak pernah dilakukan sebelumnya,” ujarnya.
Untunglah hasilnya memuaskan bagi aktris Maze Runner itu – untuk peran sebagai Alita, Salazar harus banyak berlatih selama 5 bulan untuk memelajari Muay Thai, kick boxing, Eagle Claw dan memakai tongkat sebagai senjata. Belum lagi syuting dalam mo-cap suit.
Apakah hasil akhir Alita: Battle Angel sesuai dengan harapan fans yang sudah menunggu lama? Untuk mengetahui jawabannya, jelas kita harus membuktikannya sendiri dengan menonton film ini sekarang juga. Alita: Battle Angel tayang di bioskop mulai tanggal 5 Februari 2019, Segera pesan tiketnya di Bioskop Terdekat di kotamu Sekarang
Filmnya Seru loh kwkwkwkw

 Sumber : https://curated.tix.id/v1/app/contents/share?name=spotlight&content_id=1103580597

Post a Comment

0 Comments